Timbang bayi kucing setiap 24 jam selama empat minggu pertama, dan lakukan penimbangan itu di titik yang sama pada setiap siklus menyusu: sebelum susu masuk, setelah ia dirangsang untuk pipis dan pup. Di usia ini, satu-satunya definisi "ideal" yang benar-benar berguna bukan angka tertentu di layar timbangan, melainkan angka hari ini yang lebih tinggi daripada angka kemarin. Kalau angka itu berhenti naik atau mulai turun, tidak ada penyesuaian di rumah yang bisa memperbaikinya. Itu sudah urusan dokter hewan, dan semakin cepat dibawa semakin baik.

Saya masih ingat malam ketiga setelah saya membawa pulang tiga anak kucing yang induknya tidak kembali. Jam dua pagi, di dapur, di bawah lampu kuning, di meja yang sama yang saya pakai memotong sayur. Di atas meja itu ada timbangan dapur digital, satu mangkuk plastik kecil yang angkanya sudah saya nolkan, tisu, dan buku tulis bergaris. Saya menyalakan timbangan dan menunggu angkanya berhenti di nol, tidak berkedip lagi. Kadang perlu dua kali menekan tombol tare baru benar-benar nol. Baru setelah itu saya mengeluarkan anak pertama dari kandang.
Anak itu muat di telapak tangan saya. Yang lebih saya ingat bukan beratnya, tapi hangatnya dan suara kecil yang keluar saat saya angkat. Ia belum bisa apa-apa selain merangkak pelan dan mencari sisi yang paling hangat.
Sebelum menimbang, saya rangsang dulu supaya ia pipis. Kapas yang sudah dicelup air hangat, gerakan kecil di tempat yang seharusnya, sampai keluar sesuatu. Saya lap, saya ganti tisu, baru ia saya masukkan ke mangkuk di atas timbangan. Urutan ini tidak boleh dibalik. Kalau saya menimbang setelah ia menyusu, angka di layar bukan lagi berat badannya, tapi berat badannya ditambah isi perutnya. Kalau saya menimbang sebelum ia pipis, saya memasukkan air kencing ke dalam angka. Dua-duanya membuat perbandingan antar hari jadi tidak jujur, dan perbandingan antar hari itulah satu-satunya hal yang saya punya.
Yang saya catat bukan angkanya, tapi selisihnya
Di buku itu tidak ada kolom untuk 96 gram atau 104 gram. Yang ada adalah: hari ini lebih berat dari kemarin, atau tidak.
Angka absolut di layar bisa menipu perasaan. Anak yang lahir paling kecil bisa punya angka yang bikin khawatir padahal tiap hari naik. Anak yang lahir paling besar bisa punya angka yang kelihatan membanggakan padahal dua hari terakhir diam di tempat. Yang bekerja adalah garisnya, bukan titiknya.
Karena itu timbangannya tidak saya ganti-ganti. Timbangan dapur yang sama, wadah yang sama, tisu yang sama, jam yang kira-kira sama. Kalau timbangan saya cuma bisa membaca kelipatan lima gram, pertambahan harian yang hanya beberapa gram akan terlihat sebagai nol selama dua atau tiga hari, lalu tiba-tiba melompat lima. Itu bukan pertumbuhan yang berhenti, itu alatnya yang terlalu kasar. Timbangan dapur dengan angka satu gram sudah cukup, dan wadahnya bisa mangkuk apa saja yang muat anak itu tapi tidak bisa ia panjat keluar.
Empat kolom, bukan satu
Halaman buku saya terbagi jadi empat: jam, berat, catatan menyusu, catatan toilet. Di usia ini keempatnya bergerak sebagai satu set. Angka berat yang sama dua hari berturut-turut berarti hal yang berbeda tergantung tiga kolom lainnya. Kalau di kolom menyusu ia jadi lebih cepat berhenti dan di kolom toilet ia jarang keluar, saya tidak menebak-nebak sendiri. Saya bawa buku itu apa adanya ke dokter hewan, karena catatan yang rapi membuat dokter bisa bekerja lebih cepat daripada saya menceritakan ulang dari ingatan.
Hari pertama boleh turun sedikit
Yang umum diceritakan: berat lahir sering turun sedikit di hari pertama, lalu naik lagi. Saya tidak panik pada penurunan kecil di 24 jam pertama, tapi saya juga tidak menganggapnya izin untuk santai. Kalau angka itu turun lagi di hari kedua, dan lagi di hari ketiga, itu bukan sesuatu yang saya atur-atur sendiri di rumah. Tidak ada penyesuaian yang saya lakukan sendiri untuk itu.
Anak paling kecil di satu serah tidak diadu dengan saudaranya
Dalam satu serah, berat lahir bisa berbeda-beda, dan itu biasa. Anak paling kecil saya ukur terhadap dirinya sendiri kemarin, bukan terhadap saudaranya hari ini. Kalau ia naik tiga gram sehari sementara saudaranya naik lebih banyak, saya tidak menganggapnya bermasalah. Yang bermasalah adalah kalau angkanya tidak bergerak sama sekali, atau bergerak ke bawah. Membandingkan anak satu dengan anak lain di usia ini cuma menambah rasa khawatir tanpa menambah informasi.
Kalau ia dingin, lemas, atau diam sekali, timbangan bukan pertanyaan yang tepat
Ada tanda-tanda yang tidak perlu ditimbang dulu untuk dipahami. Kalau perutnya terasa dingin, cakarnya dingin, tengkuknya kalau dicubit tidak kembali cepat, atau ia lebih diam dari biasanya, itu bukan pertanyaan soal angka. Itu panggilan ke dokter hewan. Saya pernah membawa satu anak dengan buku catatan lengkap, dan hasilnya memang bukan sesuatu yang bisa saya tangani di rumah. Yang menolong bukan saya menebak, tapi saya datang cepat dengan catatan yang jelas.
Empat minggu itu panjang
Saya tidak akan berpura-pura ini ringan. Menimbang sebelum setiap menyusu selama empat minggu berarti bangun di tengah malam berkali-kali, menyalakan lampu, menunggu angka nol, dan kadang saya lewatkan satu-dua kali karena sudah terlalu mengantuk. Setiap kali saya lewatkan, catatannya jadi bolong, dan itu terasa.
Kalau saya harus memilih satu kebiasaan saja untuk dipertahankan sampai selesai, saya pilih menimbang di jam yang sama setiap 24 jam, bukan menimbang tiga kali sehari di jam yang berbeda-beda. Tiga angka di jam berbeda bukan satu garis, dan yang saya butuhkan cuma garis. Satu angka sehari, di titik yang sama, sudah cukup untuk tahu arah.
Angka itu bukan rapor. Ia cuma arah: naik, atau tidak. Selama arahnya naik, saya bisa menutup buku dan tidur sebentar. Kalau arahnya berhenti, hari itu juga saya menghubungi dokter hewan, bukan besok.



