Kalau berat anak kucing turun dan dia menolak makan, jangan tunggu besok: bawa hari itu juga ke dokter hewan. Ada satu hal yang perlu dipisahkan sejak awal, yaitu berat yang kecil dan berat yang turun. Anak kucing bertubuh mungil bisa punya angka rendah dan itu wajar untuk ukuran tubuhnya, sementara angka yang bergerak dari 700 gram ke 620 gram dalam dua hari adalah perubahan, dan perubahan itulah yang harus dibaca. Begitu penurunan berat datang bersamaan dengan penolakan makan, muntah berulang, BAB berdarah atau hitam, atau badan yang tiba-tiba lemas, kasusnya sudah keluar dari wilayah pemantauan di rumah.

Angka yang saya percaya
Setiap pagi, sebelum makanan pertama masuk ke mangkuk, saya menaruh mangkuk plastik kosong di atas timbangan dapur digital, menekan tombol nol, lalu meletakkan anak kucingnya di dalam. Angka di layar bergerak sebentar sebelum berhenti, dan saya menunggu sampai benar-benar diam. Lalu saya tulis di buku: tanggal, jam, berat. Di kolom sebelahnya, hal-hal yang tidak muncul di timbangan: berapa yang dia makan pagi ini, bagaimana bentuk BAB-nya, ada muntah atau tidak sejak semalam.
Buku itu isinya cuma angka dan catatan pendek. Justru itu yang membuatnya berguna. Ingatan saya tidak bisa dipercaya untuk hal seperti ini. Dua hari lalu saya bisa bersumpah anak kucingnya masih sama saja, padahal di halaman sebelumnya tertulis 640 dan timbangan hari ini menunjukkan 615.
Yang saya cari dari catatan itu cuma satu pola: dua penimbangan berturut-turut yang sama-sama turun, di timbangan yang sama, di jam yang sama, sebelum makan. Kalau saya menimbang kapan saja, dengan wadah yang berganti-ganti, kadang sesudah makan kadang belum, angka naik-turunnya tidak berarti apa-apa. Konsistensi alat dan waktu itulah yang mengubah satu angka menjadi sebuah tren.
Saya pernah hampir mengabaikan tren itu karena anak kucingnya masih mau bermain dan masih mengejar tali sepatu. Sejak kejadian itu saya berhenti menilai kondisinya dari tingkahnya, dan mulai menilai dari halaman catatan. Anak kucing yang sakit sering masih terlihat aktif sampai benar-benar tidak bisa aktif lagi.
Kenapa satu hari tanpa makan bukan hal yang sama
Saya sering mendengar kalimat bahwa kucing itu kuat dan sehari tidak makan tidak apa-apa. Kalimat itu biasanya diucapkan tentang kucing dewasa. Anak kucing bukan versi kecil dari kucing dewasa. Tubuh sekecil itu tidak menyimpan banyak cadangan, dan apa pun yang hilang dalam sehari tidak bisa diganti dengan cepat, terutama kalau dia juga tidak mau minum. Jadi satu hari tanpa makan pada anak kucing tidak saya perlakukan sebagai satu hari tanpa makan pada kucing dewasa. Dua hal itu berbeda, dan saya memperlakukannya berbeda.
Kapan saya berhenti mencatat
Ada tanda-tanda yang membuat buku catatan berhenti jadi alat pengambil keputusan, karena keputusannya sudah diambil. Kalau salah satu ini muncul, saya tidak menambah baris baru di buku, saya menyiapkan kandang dan berangkat:
- Berat turun dua kali berturut-turut dan dia menolak makan.
- Muntah berkali-kali dalam satu hari, atau muntah terus-menerus sampai tidak bisa menahan air.
- BAB berdarah, atau hitam dan lengket seperti aspal.
- Badan lemas mendadak, lebih suka bersembunyi, tidak merespons suara saya.
Ada juga yang sama sekali tidak berhubungan dengan angka: napas yang berat dan terlihat memakai otot perut, perut yang membesar dan terasa tegang, gusi yang tampak pucat, dan pada anak kucing jantan, mengejan lama saat mau kencing tanpa hasil. Untuk yang satu ini saya tidak menunggu sampai jam praktik pagi. Kalau malam, saya cari klinik yang buka 24 jam.
Yang saya bawa ke klinik
Satu angka berat badan saja tidak banyak bercerita. Yang bercerita adalah deretannya. Saya bawa bukunya apa adanya: tanggal-tanggal penimbangan terakhir, catatan berapa banyak yang dia makan tiap hari, catatan BAB dan muntah, serta jenis makanan yang sedang dipakai. Dari situ dokter hewan bisa melihat garis waktunya, kapan mulai turun, apakah turunnya perlahan atau mendadak, dan apakah penolakan makannya muncul sebelum atau sesudah beratnya turun.
Yang juga saya bawa kalau ada: foto BAB atau muntahnya, karena di perjalanan sering sudah tidak ada lagi yang bisa ditunjukkan. Dan nama makanan atau apa pun yang sempat masuk ke mulutnya dalam dua hari terakhir, supaya tidak ada yang perlu ditebak.
Yang tidak saya lakukan sendiri
Muntah, diare, dan penolakan makan bukan hal yang saya tangani sendiri di rumah. Obat manusia, jamu, atau ramuan apa pun bukan sesuatu yang saya berikan ke anak kucing, dan saya juga tidak menebak takaran apa pun. Kalau dia menolak makan, saya tidak memutuskan sendiri bagaimana dan seberapa banyak makanan harus masuk lewat selang atau suntikan. Semua pertanyaan seperti itu saya arahkan ke dokter hewan, karena jawabannya bergantung pada kondisi anak kucing yang saya sendiri tidak bisa nilai hanya dari luar.
Garisnya
Garisnya tidak rumit dan tidak perlu diperdebatkan panjang. Anak kucing yang kecil tapi makan lahap, BAB normal, dan beratnya naik sedikit-sedikit setiap minggu, itu bukan kasus darurat. Anak kucing yang beratnya turun dan menolak makan, itu kasus hari ini. Sisa urusan di rumah bisa menunggu besok. Yang ini tidak.



