Perjalanan ke dokter hewan bukan sekadar cara memindahkan kucing dari rumah ke meja periksa. Ia adalah bagian pertama dari pemeriksaan itu sendiri. Denyut jantung, pola napas, warna gusi, dan seberapa tenang kucing saat disentuh — semuanya dibaca dokter yang tidak menyaksikan apa yang terjadi dua puluh menit sebelumnya. Kalau perjalanannya kacau, angka yang keluar di ujung juga kacau, dan gambarannya jadi lebih kabur daripada yang sebenarnya perlu. Karena itu membawa kucing sakit naik ojek online bukan soal cepat-cepatan sampai, tapi soal membuat kucing tiba dalam kondisi yang paling mirip dengan dirinya yang biasa di rumah.

Saya baru benar-benar paham soal ini setelah beberapa kali dokter hewan mengerutkan dahi dan bertanya, "tadi di jalan bagaimana?" Awalnya saya dengar itu sebagai basa-basi. Lama-lama saya sadar dia sedang mencocokkan bunyi stetoskop dengan tingkat kepanikan yang saya bawa masuk lewat pintu. Sejak itu saya memperlakukan perjalanan sebagai bagian dari pemeriksaan, bukan sekadar ongkos yang harus dibayar sebelum sampai.
Mulai dari carriernya, bukan dari motornya
Kalau hanya boleh memperbaiki satu hal, saya akan memperbaiki carriernya lebih dulu.
Carrier yang bisa dibuka dari atas mengubah segalanya saat kucing sudah tidak nyaman dipegang. Kucing yang sakit biasanya bukan kucing yang mau bekerja sama. Dia menempel di sudut, menolak diangkat, dan kalau saya memaksa lewat pintu depan, yang terjadi adalah kejar-kejaran di kolong tempat tidur yang membuat dia makin takut dan saya makin panik sebelum keluar rumah. Lewat pintu atas, saya bisa mengangkatnya perlahan dari atas, satu tangan menopang dada, satu tangan menopang kaki belakang, lalu menurunkannya ke dalam tanpa drama.
Ini terdengar sepele. Efeknya tidak sepele. Kucing yang tidak dikejar-kejar di rumah berangkat dengan detak jantung yang lebih pelan, dan itu sudah terjadi sebelum ojeknya sampai.
Handuk yang sudah berbau rumah
Di dalam carrier selalu ada handuk yang tidak pernah saya cuci dengan deterjen wangi dan tidak pernah saya pakai untuk hal lain. Handuk itu saya biarkan tidur di tempat tidurnya beberapa hari sebelum dipakai, jadi yang menempel di sana adalah bau badannya sendiri, bau rumahnya. Ini cara paling murah yang saya tahu untuk menyelipkan satu hal yang familiar ke dalam ruang yang sama sekali asing.
Saya juga tidak mengosongkan carriernya. Kucing yang punya sesuatu untuk diinjak dan sebagian untuk disembunyikan biasanya lebih tenang daripada kucing yang berdiri di atas alas plastik licin dan terus bergeser setiap kali motor melewati lubang.
Hangat itu lebih penting daripada empuk
Di sini saya sering salah dulu. Saya pikir yang penting adalah alas yang empuk dan nyaman. Yang lebih penting ternyata hangat.
Anak kucing dan kucing sakit cepat kehilangan panas tubuh. Di atas motor, angin membuat suhu terasa jauh lebih dingin daripada yang kita rasakan sebagai manusia — kita memakai jaket, dia tidak. Kalau naik mobil dengan AC menyala, efeknya mirip. Jadi saya menaruh satu lapis insulasi di bawah handuk: bisa kain flanel tebal, bisa selimut tipis yang dilipat dua. Bukan untuk empuk, tapi untuk menahan panas dari bawah sementara tubuhnya menghangatkan bagian atas.
Carriernya juga tidak pernah saya biarkan terbuka penuh. Saya tutup sebagian dengan kain tipis — bagian depan tetap punya celah udara, tapi sisi yang menghadap angin saya tutup. Sirkulasi tetap ada; yang saya kurangi adalah angin yang menerpa langsung.
Kalau kucingnya cenderung muntah di jalan
Ada kucing yang muntah hampir setiap kali naik kendaraan, ada yang biasa saja. Untuk yang tipe pertama, berangkat dengan perut yang tidak terlalu penuh biasanya lebih mudah daripada berangkat tepat setelah makan besar. Saya tidak mengosongkan makanannya seharian — itu terlalu jauh, dan kucing yang kelaparan juga rewel. Saya hanya mengatur jaraknya, lalu mencatat jam terakhir dia makan, apa yang dimakan, dan berapa banyak.
Catatan itu saya bawa masuk ke ruang periksa. Dokter biasanya akan bertanya, dan menjawab dengan jam yang pasti jauh lebih berguna daripada menjawab "tadi pagi kayaknya". Ini juga salah satu alasan saya tidak suka berangkat dengan tergesa-gesa: kalau saya tidak tahu persis apa yang masuk ke mulutnya hari itu, informasi itu hilang begitu saja.
Di atas motor: rata, tidak bergoyang, jangan menghadap angin
Bagian ini yang paling sering keliru.
Carrier bukan tas jinjing. Di atas motor, dia harus dipegang rata dan dijepit stabil, bukan diseimbangkan di pangkuan sambil tangan sibuk memegang pegangan. Carrier yang bergoyang mengikuti setiap guncangan lebih melelahkan untuk kucing daripada getaran motornya sendiri, karena dia harus terus menyeimbangkan badan di dalam ruang sempit.
Saya memegang gagang carrier dengan dua tangan dan menyandarkannya ke arah badan, atau kalau carriernya punya tali, saya lilitkan ke pergelangan supaya tidak bisa lepas kalau tangan saya refleks bergerak. Sisi yang menghadap ke depan saya pastikan bukan sisi yang berlubang besar, karena angin dan suara knalpot masuk lewat sana.
Dan tidak, kucing tidak pernah saya bawa di dalam tas dengan mulut tas menghadap angin, apalagi tas yang bisa ditekuk. Kucing yang kepalanya diterpa angin sepanjang perjalanan akan sampai dalam keadaan yang membuat dokter hewan sulit menilai apa pun.
Saya juga minta ojolnya tidak mampir ke mana-mana dan tidak mengambil rute yang saya sendiri tidak kenal. Bukan karena saya tahu jalan mana yang lebih cepat, tapi karena setiap belokan dan pemberhentian tambahan menambah satu kejutan lagi untuk kucing yang sudah tidak enak badan.
Yang saya perhatikan selama di jalan
Sepanjang perjalanan saya memperhatikan tiga hal, dan saya catat kalau sempat: napasnya, warna gusinya, dan tingkahnya.
Napasnya cepat atau lambat, teratur atau tersendat, mulutnya terbuka atau tertutup. Warna gusinya masih merah muda atau pucat. Tingkahnya: dia diam membeku, mengeong terus, atau berusaha keluar dari carrier. Saya tidak mencoba menyimpulkan apa artinya — itu bukan pekerjaan saya. Tapi dokter akan bertanya, dan "di jalan dia diam saja" atau "dia mengeong terus sejak kilometer pertama" adalah informasi yang bisa dipakai.
Di ruang tunggu
Bagian yang sering diabaikan adalah setelah sampai.
Saya tidak meletakkan carrier di lantai ruang tunggu dekat carrier lain. Saya taruh di pangkuan atau di kursi, jauh dari antrean, dan kain penutupnya tetap saya biarkan menutupi sebagian besar carrier. Ini menjaga dua hal sekaligus — dia tidak melihat kucing lain yang bisa membuatnya waspada, dan dia tidak bersentuhan dengan apa pun yang dibawa masuk oleh pasien lain.
Kalau ternyata harus menunggu lama, saya tidak mengeluarkannya dari carrier untuk digendong. Kucing yang sudah tenang di dalam biasanya lebih baik dibiarkan tenang.
Yang tidak selalu bisa saya kendalikan
Saya tidak mau berpura-pura ini resep yang selalu berhasil. Ada hari di mana kucingnya tetap panik, dan tidak ada handuk atau carrier yang bisa mengubah itu. Ada juga situasi di mana kecepatan lebih penting daripada kenyamanan — kalau napasnya berat atau ada perdarahan, saya berangkat secepat mungkin dan urusan hangat-hangat itu turun jadi nomor dua.
Yang saya pegang adalah ini: sebagian besar stres perjalanan bisa dikurangi, dan mengurangi itu bukan demi kenyamanan semata. Perjalanan yang tenang menghasilkan pemeriksaan yang lebih jujur. Dan pemeriksaan yang jujur jauh lebih berguna daripada kucing yang sampai cepat tapi begitu takut sehingga dokter hanya bisa menebak-nebak.

